Alasan Mengapa Ibu Hamil Tidak Diijinkan Melakukan Vaksin MR


Alasan Mengapa Ibu Hamil Tidak Diijinkan Melakukan Vaksin MR

Ibu hamil mesti mengawal kesehatan jasmani dan mental demi pertumbuhan janin yang sehat sampai kelahirannya nanti. Selain mengerjakan pemeriksaan rutin, ibu hamil pun perlu tahu bahwa terdapat bebrapa vaksin yang barangkali akan diterimanya atau diterima bayi sesudah ia lahir.

Salah satu vaksin atau imunisasi yang diperlukan ialah Imunisasi Measles dan Rubella (MR). Imunisasi MR dilaksanakan sebagai upaya pencegahan campak dan rubella.

Bukan hanya dilaksanakan pada anak-anak dengan umur 9 bulan hingga 15 tahun dengan tujuan supaya tidak terpapar campak dan rubella, imunisasi MR juga dibutuhkan ibu hamil untuk menangkal penyakit yang sama. Namun butuh diketahui bahwa suntik vaksin ini tak dapat dilakukan pada ibu dalam suasana hamil.

Ibu hamil dilarang menerima imunisasi MR sebab kandungan vaksin bisa memberi pengaruh buruk pada janin dan memunculkan infeksi yang tak diinginkan.

Hal ini diungkapkan Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Soedjatmiko dalam acara konferensi pers imunisasi MR di www.bukumedis.com Kementerian Kesehatan RI, “Ibu hamil jangan diimunisasi dengan vaksin hidup. Imunisasi campak dan rubella ini pun tidak boleh.”

Disebutkan Soedjatmiko, bila hendak melakukan imunisasi, maka seharusnya dilaksanakan sebelum hamil demi mengawal perkembangan janin yang sehat. Vaksin ini tak melulu melindungi anak, tapi pun memutus mata rantai rubella supaya tidak menular pada ibu yang bakal hamil atau sedang hamil.

Baca Juga :