Guru dan Pengembangan Kurikulum

Guru dan Pengembangan Kurikulum


Guru dan Pengembangan Kurikulum

Guru dan Pengembangan Kurikulum

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masalah guru senantiasa mendapat perhatian, baik oleh pemerintah maupun oleh masayarakat pada umumnya dan oleh para ahli pendidikan khususnya. Pemerintah memandang bahwa guru merupakan media yang sangat penting artinya dalam kerangka pembinaan dan pengembangan bangsa. Guru mengemban tugas-tugas sosial kultural yang berfungsi mempersiapkan generasi muda, sesuai dengan cita-cita bangsa. Demikian pula masalah guru di Negara kita dapat dikatakan mendapat sentral dalam dunia pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal.

Kreteria proses melihat pandidikan guru dari sudut penyelenggaraan pendidikan, antara lain membincangkan masalah kurikulum, alat, media, dan peranan guru yang bertugas dalam lembaga pendidikan guru. Tentu saja kurikulum dan berbagai komponen lainnya yang menunjang proses pendidikan guru, semuanya dibina dan direncanakan sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai. Jadi, jelas antara kreteria produk dan kreteria proses harus sejalan.

Pembuatan keputusan dalam pembinaan kurikulum bukan saja menjadi tanggung jawab para perencana kurikulum, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab para guru di sekolah. Para perencana kurikulum perlu membuat keputusan yang tepat, rasional, dan sistematis. Pembuat keputusan itu tidak dapat dibuat secara acak-acakan, melainkan harus berdasarkan informasi dan data yang objektif.

 

B. RUMUSAN MASALAH
Untuk mengetahui hubungan antara guru dan pengembangan kurikulum kita harus mengetahui beberapa masalah diantaranya:
1. Bagaimana Guru menjadi pendidik yang professional?
2. Bagaimana Guru menjadi seorang pembimbing dalam belajar?
3. Apa saja peranan guru dalam pengembangan kurikulum?
4. Dimana saja Guru mendapatkan Pendidikannya?
C. TUJUAN
Dengan mempelajari Hubungan guru dan pengembangan kurikulum pemakalah mengharapkan kita dapat mengetahui Bagaimana Guru menjadi pendidik yang professional, Bagaimana Guru menjadi seorang pembimbing dalam belajar, Apa saja peranan guru dalam pengembangan kurikulum, Dimana saja Guru mendapatkan Pendidikannya.Dan semoga dengan mempelajri ini pengetahuan kita tentang pendidikan semakin bertambah.
BAB II
PEMBAHASAN

Guru dan Pengembangan Kurikulum
A. Guru sebagai Pendidik Profesional
Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Pendidik, peserta didik, dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Ketiganya membentuk suatu triangle, jika hilang salah satu komponen, hilang pulalah hakikat pendidikan. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantuoleh unsur lain seperti oleh media teknologi, tetapi tidak dapat digantikan. Mendidik adalah pekerjaan professional, oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik professional.
Sebagai sebuah konsekuensi dari kurikulum pendidikan seharusnya dipertimbangkan kembali dalam merancang kurikulum pendidikan untuk masa depan. Artinya sebagai konsekuensi dari misconception terhadap pengembangan kurikulum adalah terjadinya “malapraktik” pendidikan yang pada gilirannya berdampak pada rendahnya peran serta guru dalam proses pembelajaran di kelas.[1]
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.[2]

 

Pemahaman guru pada setiap jenjang dan jenis pendidikan terhadap tujuan akhir pendidikan. Oleh sebab keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan yang dirumuskan sangat dituntukan oleh setiap guru yang langsung berhadapan dengan siswa sebagai subjek belajar. Dengan pemahaman akan tujuan pendidikan itu, maka setiap guru tidak akan merasa bahwa mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat berkontribusi terhadap pembentukan manusia beriman dan bertaqwa sesuai dengan sistem nilai yang berlaku[3]
Sebagai pendidik professional, guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara professional, tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan professional. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan professional tenaga kependidikan, yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990, dirumuskan 10 ciri suatau profesi, yaitu:
1) Memiliki fungsi dan signifikansi sosial.
2) Memiliki keahlian/keterampilan tertentu.
3) Keahlian /keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.
4) Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas.
5) Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama.
6) Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai professional.
7) Memiliki kode etik.
8) Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya.
9) Memiliki tanggung jawab professional dan otonomi.
10) Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya.

 

Sumber : https://www.ayoksinau.com/