Mengembalikan Habitat 6 Ekor Siamang Dilepasliarkan

Mengembalikan Habitat 6 Ekor Siamang Dilepasliarkan

Mengembalikan Habitat 6 Ekor Siamang Dilepasliarkan

Hewan siamang atau nama latinnya symphalangus syndactylus, jadi salah satu hewan yang populasinya makin lama terancam.
Pasang Bola
Agar habitatnya tetap terjaga, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya melepasliarkan enam ekor siamang hitam ke Suaka Margasatwa (SM) Isau-Isau Kabupaten Lahat Sumsel.

Diungkapkan Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan melalui Kepala Resort Kota Palembang M Andriansyah, hewan selanjutnya awalannya diserahkan warga Sumsel ke petugas BKSDA Sumsel.

Para warga yang pelihara siamang dari kecil tersebut, telah kesusahan untuk berikan makan hewan langka ini saat dewasa.

“Jika telah dewasa, porsi makannya makin lama banyak. Karena itu, para warga tak dapat kembali pelihara hewan ini dan akhirnya diserahkan ke kami,” ucapnya, Selasa (17/11/2020)

Setelah siamang diserahkan, tim BKSDA Sumsel segera mengececk kesehatan hewan langka tersebut. Jika kondisinya sakit, dapat ada proses pemulihan sampai sembuh.

Sebelum melepasliarkan enam ekor siamang ke SM Isau-Isau Lahat Sumsel, proses habitasi telah ditunaikan di Pulau Bangka. Salah satunya mengembalikan sifat liarnya dan dapat beradaptasi bersama daerah tinggal aslinya.

“Proses habitasi dapat ditunaikan sepanjang dua minggu, kemungkinan dapat lebih. Tergantung keadaan siamang itu sendiri,” ucapnya.

Selama proses habitasi, siamang-siamang selanjutnya dapat diberi makanan cocok bersama apa yang ada di hutan daerah tinggalnya. Interaksi bersama manusia juga, cuma sebatas berikan makan saja.

Kini, BKSDA Sumsel sedang mnecari wilayah yang tepat untuk daerah tinggal baru enam ekor siamang tersebut. Namun, aka nada kajian teknis sebelum saat dilepasliarkan.

“Hewan ini habitasinya rata-rata telah miliki sifat jinak, sebab sering berinteraksi bersama manusia. Tapi sifat liarnya masih ada, itulah yang mengupayakan kami kembalikan lagi,” ungkapnya.

Diakuinya, populasi siamang yang kian terancam punah, memicu hewan ini masuk di dalam kategori hewan langka. Terlebih formalitas perburuan di hutan, sering menangkap siamang di usia kecil dan diperjualbelikan.

“Kami berharap penduduk menghentikan formalitas pelihara hewan langka ini, sehingga perburuan siamang dapat diminimalisir,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *