PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

LATAR BELAKANG

Peringkat pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara di Asia Pasifik, hal ini berdasarkan hasil riset dua lembaga internasional yaitu Asian South Pacific Bureau of Adult Education (ASPABE) dan Global Campaign for Education (GCE). Kondisi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kurikulum yang digunakan, kebijakan pemerintah dalam hal ini Depdiknas, fasilitas yang ada, kualitas guru, kualitas murid yang belajar dan lain sebagainya. Dari beberapa hal di atas satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi dan saling mendukung keberadaannya sehingga ketika salah satu diantaranya tidak mendukung maka akan berpengaruh negatif pada hasil belajar.


Berdasarkan data wawancara dengan guru materi TIK diperoleh keterangan tentang kurikulum yang di gunakan, metode belajar mengajar, fasilitas yang ada disekolah, serta kondisi siswa kelas VIII di SMPI Al-Ishlah Trowulan Mojokerto. Data yang diperoleh dari observasi tersebut menyatakan bahwa metode yang digunakan yaitu metode ceramah bermakna dengan berbantuan media LCD. Dalam metode ceramah ini, interaksi antar siswa kurang sehingga pengalaman belajarnya terbatas sehingga siswa terkesan bosan dan tidak memperhatikan penjelasan guru.
Sistem pembelajaran yang diterapkan yaitu sebelum memulai kelas praktikum, seluruh siswa mengikuti kelas materi di kelas multimedia. Semua ini dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana yang terdapat disekolah yaitu hanya terdapat satu buah LCD yang terpasang paten di ruang multimedia.


Di ruang multimedia guru menjelaskan materi atau instruksi yang akan dikerjakan di ruang laboratorium komputer dan siswa menyimak serta mencatat instruksi guru. Setelah mengikuti kelas materi pada jam pertama, para siswa menuju ke laboratorium komputer untuk melaksanakan atau mengaplikasikan instruksi guru seperti yang dijelaskan di ruang multimedia. Namun, ketika siswa melakukan praktik di laboratorium siswa cenderung tidak fokus, hal ini dikarenakan fasilitas komputer yang kurang memadai sehingga kondisi ini dianggap kurang efisien karena harus berpindah-pindah kelas. Komputer yang memadai tidak bisa memenuhi jumlah siswa, sehingga siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2-3 orang siswa untuk setiap satu komputer. Untuk siswa yang sudah mengerti atau mahir dalam materi yang diajarkan akan membantu siswa lain yang belum mengerti. Mengenai situasi dikelas ada beberapa siswa yang membuat gaduh sehingga siswa lain yang rajin merasa terganggu. Hal tersebut dapat menyebabkan kegiatan proses belajar mengajar tidak tercapai sesuai tujuan.

Jika penerapan metode pembelajaran untuk semua kompetensi menggunakan metode ceramah sebagai metode utama disertai penggunaan media yang tidak membuat siswa interaktif, maka proses belajar bisa terasa membosankan bagi siswa. Oleh karena itu perlu diupayakan suatu media pembelajaran interaktif dengan model pembelajaran yang sesuai sehingga bisa menimbulkan partisipasi siswa dengan harapan partisipasi siswa akan dapat membantu siswa dalam mendalami mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) materi Excel.


Pemilihan model pembelajaran yang tepat perlu diupayakan guru untuk memudahkan proses terbentuknya pengetahuan pada siswa, namun guru juga harus memperhatikan apakah model pembelajaran yang digunakan itu penerapannya sudah efektif dan efisien. Salah satu model yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran TIK materi Excel adalah pembelajaran kontekstual atau lebih dikenal dengan Contextual Teaching and Learning (CTL), yaitu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Nurhadi dkk, 2003: 4).

 

Pembelajaran kontekstual dapat dikatakan sebagai sebuah pendekatan pembelajaran yang mengakui dan menunjukan kondisi alamiah dari pengetahuan melalui hubungan didalam dan diluar ruang kelas, suatu pendekatan pembelajaran kontekstual menjadikan pengalaman lebih relevan dan berarti bagi siswa dalam pembelajaran seumur hidup. Pembelajaran kontekstual menyajikan suatu konsep yang mengaitkan materi pelajaran yang dipelajari siswa dengan konteks dimana materi tersebut digunakan, serta hubungan dengan bagaimana seseorang belajar atau cara siswa belajar. Konteks memberikan arti relevansi dan manfaat penuh terhadap belajar (Sanjaya, 2005: 109).

Penggunaan media pembelajaran juga harus disesuaikan dengan beberapa hal diantaranya karateristik siswa, tujuan dari pembelajaran yang dilakukan. Maka dari itu dalam bukunya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar masa kini, Jon D. Latuheru menjelaskan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar yang menggunakan media pembelajaran diperlukan adanya proses perencanaan, pemilihan, dan pemanfaatan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai.

Berdasarkan permasalahan yang ada diterapkanlah pembelajaran kontekstual dengan media audio visual interaktif dengan harapan siswa menjadi lebih aktif dan pada akhir pembelajaran hasil belajar siswa dapat meningkat secara maksimal.