SMKN 1 Pangandaran Ciptakan Smart Home

SMKN 1 Pangandaran Ciptakan Smart Home


SMKN 1 Pangandaran Ciptakan Smart Home

 

SMKN 1 Pangandaran Ciptakan Smart Home

GARUT, DISDIK JABAR

Meninggalkan rumah yang kosong terlalu lama, Baraya Disdik Jabar pasti akan resah. Rumah disatroni lalu dibobol maling atau terjadi kebakaran, tentu saja bikin was-was.

Akan tetapi, sekarang sudah ada kabar gembira yang akan menghapus kekhawatiran Baraya Disdik Jabar. Pahlawannya adalah siswa SMKN 1 Pangandaran, yang telah membuat “Smart Home”.

Smart home ini merupakan alat sensor yang terhubung dengan handphone android si pemilik rumah. Dengan demikian, jika ada gerakan atau hal-hal yang mencurigakan di sekitar rumah, maka alat tersebut akan mengirim notifikasi ke empunya rumah
melalui short message service (SMS).

“Smart home ini kegunaannya untuk mendeteksi bahaya di dalam rumah. Jadi bisa mengontrol keamanan rumah dari jarak jauh,” ungkap siswa SMKN 1 Pangandaran, Taufik Munawar Hidayat di sela-sela Pameran Pendidikan Kejuruan EPITECH XII di Kabupaten Garut, Rabu (14/11/2018).

Taufik mengatakan ide awal membuat alat ini karena rumah kosong yang ditinggal penghuninya rawat. Baik rawan maling maupun kebakaran.

“Saya berdiskusi dengan teman di ekskul sekolah dan konsultasi dengan pembimbing maka jadilah prototype smart home ini,” kata Taufik.

Selain Taufik, anggota tim smart home lainnya adalah Arief Nurhidayat (Siswa kelas XIII), Dede, Gangan Rahmat Anugerah, dan Wihani (ketiganya pembimbing).

Teknologi “Smart Home” masih percobaan. Sehingga, aplat yang digunakan masih menggunakan dispenser. Dalam dispenser tersebut dipasang komponen sensor yang dibutuhkan. Seperti sensor suhu, gerakan, dan sensor gas, serta alarm.

Sensor suhu, kata Taufik

akan mendeteksi suhu di dalam rumah. Jika ada suhu beda dari biasanya, seperti suhu panas, maka sensor tersebut akan langsung mengirim pesan ke si pemilik rumah.

“Begitu juga ketika ada gerakan yang mengendap-ngendap atau bahkan pintu yang terkunci terbuka, dan bau gas, si pemilik rumah akan menerima pesan dari sensor tersebut dan alarm akan
berbunyi,” ujar Taufik.

Ia menambahkan dengan alat tersebut juga pemilik rumah bisa menyalakan lampu dari luar rumah hanya dengan mengirim pesan ke alat sensor.

Untuk membangun smart home itu, komponen yang dibutuhkan antara lain modul GSM, relay,
kapasitor 10 ampere C1 dan C3 (komponen semacam sensor), S3Microwave, sensor pendeteksi. Komponen-komponen tersebut dirakit Taufik bersama satu
orang temannya dan tiga guru pembimbing.

Diakui Taufik, “Smart Home”

ini memang menggunakan komponen dan alat seadanya. Ke depan, ia ingin alat ini disempurnakan lagi dengan teknologi yang lebih canggih. Diharapkan, tahun depan percontohannya sudah jadi dan dapat dipasarkan.

 

Artikel Terkait: