Spesies Bunglon Baru Ditemukan di Pegunungan Bale Ethiopia

Spesies Bunglon Baru Ditemukan di Pegunungan Bale Ethiopia

Spesies Bunglon Baru Ditemukan di Pegunungan Bale Ethiopia

Sebuah tim ahli zoologi berasal dari Jerman dan Republik Ceko udah mendapatkan spesies bunglon baru yang hidup di lereng Pegunungan Bale di Ethiopia. Bunglon adalah tidak benar satu kelompok reptil squamate yang paling menarik, tidak cuma sebab tabiat atau adaptasinya yang luar biasa, tetapi juga sebab keanekaragaman spesies dan distribusinya yang luar biasa.
Bandar Taruhan
Lebih berasal dari 215 spesies yang dilukiskan berasal dari famili Chamaeleonidae tersebar berasal dari Afrika, Eropa Selatan dan Timur Tengah hingga beberapa Asia Selatan. Terlepas berasal dari fakta bahwa Madagaskar adalah hotspot keanekaragaman bunglon yang terkenal, ada hipotesis bahwa keluarga ini berasal berasal dari daratan Afrika.

Benua Afrika tidak cuma menampung begitu banyak ragam spesies bunglon yang berbeda, tetapi, khususnya, juga sejumlah besar endemik yang terbatas pada satu pegunungan atau pegunungan. Contohnya juga genus Kinyongia, tetapi juga beberapa spesies berasal dari genus Trioceros, yang juga dalam spesies yang baru ditemukan.

“Pegunungan Bale di Ethiopia tengah-selatan dianggap sebagai tidak benar satu pusat endemisme yang paling unik, dengan jumlah tumbuhan dan hewan yang luar biasa yang cuma bisa ditemukan di sana,” kata penulis utama Thore Koppetsch berasal dari Alexander Koenig Research Museum dan rekan-rekannya.

“Sudah ada dua spesies bunglon genus Trioceros yang diketahui terbatas di lokasi Bale saat kami mendapatkan perwakilan unik lain berasal dari kelompok ini berasal dari lereng utara Pegunungan Bale,” lanjutnya.

Menariknya,bunglon baru ini dianggap sebagai anggota berasal dari kompleks spesies bunglon Ethiopia yang tersebar luas (Trioceros affinis). “Studi pada mulanya udah perlihatkan perbedaan pada populasi yang berbeda di semua Dataran Tinggi Ethiopia – dengan beberapa di antaranya dipisahkan oleh perpanjangan utara Great Rift Valley, yang juga membentuk evolusi manusia purba,” katanya.

Dinamakan Trioceros wolfgangboehmei, spesies baru ini merupakan bunglon berukuran kecil dengan keseluruhan panjang 15,6 cm (panjang moncong-ventilasi 6,5 cm dan panjang ekor 9,1 cm); kepalanya relatif pendek, panjang 1,9 cm.

Warna basic tubuh individu yang hidup kekuningan, kecoklatan atau apalagi hijau cerah dan begitu banyak ragam pada individu yang berbeda. “Spesies baru ini punya penampilan yang khas, perlihatkan sisik berduri yang membesar di punggung dan ekornya yang membentuk puncak yang menonjol. Biasanya hidup di pohon kecil dan semak di ketinggian di atas 2.500 m dpl,” kata para peneliti.

Trioceros wolfgangboehmei lebih senang hidup di pohon kecil dan semak-semak.

Bunglon remaja bisa ditemukan di rerumputan, tetapi selamanya berdekatan dengan pepohonan dan semak-semak.

Spesies ini cuma diketahui berasal dari lokasi kecil di kira-kira dua desa, Dinsho dan Goba, di Pegunungan Bale di Ethiopia tengah-selatan. Tampaknya terbatas di daerah ini dan bisa dianggap sebagai endemik lain di pegunungan ini.

“Sebagian berasal dari populasi terlindungi dengan baik di dalam Taman Nasional Pegunungan Bale. Tapi beberapa lagi tinggal di luar, di daerah pertanian dan apalagi di kebun dan sisa-sisa vegetasi di desa-desa setempat,” katanya.

Penemuan Trioceros wolfgangboehmei dijelaskan dalam makalah di jurnal Zoosystematics and Evolution.